FORDAI Survei Korban Kekeringan Cibarusah

FORDAI Survei Korban Kekeringan Cibarusah

Sejumlah desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, beberapa bulan terakhir ini  merasakan dampak kekeringan musim kemarau. Forum Dakwah Industri (FORDAI) Bekasi yang merupakan wadah bersama DKM – DKM Perusahaan di kabupaten Bekasi, terpanggil untuk ikut berpartisipasi membantu warga masyarakat Cibarusah yang menjadi korban kekeringan.

Untuk mengetahui bantuan apa yang diperlukan, Tim dari FORDAI terlebih dahulu melakukan survei lokasi, Sabtu (28/9/2019).

“Hasil survey tim FORDAI ke beberapa desa yang terkena dampak kekeringan di kecamatan Cibarusah  dan perbatasan kecamatan Jonggol, antara lain  Desa Sirnajati Desa Ridogalih dan Desa Wening galih. Tim memulai perjalanan survey dari masjid Baitul Musthafa kawasan MM2100, Selepas dari kantor kecamatan Cibarusah, suasana kekeringan sudah terlihat, banyak jeligen air, ember-ember aneka ukuran berjajar di tepi jalan,  siap diisi bila ada bantuan truck tangki air yang datang,” ungkap Ketua Tim Survei dari FORDAI, Toni Suparman.

Toni menceritakan, saat timnya melintasi Jembatan Sungai Cipamingkis, sungai besar yang membelah kecamatan Cibarusah, debit air sungai sudah sangat sedikit, hanya berupa genangan-genangan kecil, itupun warnanya sudah kecoklatan.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari warga Desa Wening galih , kecamatan Jonggol yang berbatasan langsung dengan kecamatan Cibarusah, mereka mengungkapkan bahwa kekeringan sudah mulai terjadi sedari Juni 2019.

“Kampung ini sebelumnya telah menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah setempat, namun masih belum mencukupi kebutuhan air sehari-hari”, jelasnya

 

Kebutuhan air untuk konsumsi dan memasak, sementara bergantung dari relawan dan komunitas – komunitas  yang datang. Sedangkan untuk kebutuhan MCK, para warga masih memanfaatkan air sungai yang masih tersisa.

 

Sawah-sawah terhampar luas , tak satupun yang ditumbuhi padi,  sumur-sumur sumur warga yang sudah kering ditambah kondisi tanahnya yang terhalang batu cadas, sehingga sangat sulit untuk diperdalam agar mendapatkan air.

 

“Untuk itu kami mengajak para pengurus DKM perusahaan, ayo kita Galang solidaritas untuk membantu saudara kita yang terkena musibah kekeringan. Bersama-sama kita kita bersinergi agar bantuan yang akan disampaikan bisa lebih maksimal,” pungkasnya.